Jumat, 10 Juni 2011







1.   
Semua Orang Pernah Gagal,
Maka Gagal itu Biasa



DALAM kehidupan, siapa sih yang tidak pernah mengalami kegagalan? Apakah ada orang yang sukses tanpa terlebih dahulu mengalami kegagalan dalam hidupnya?
Saya berani taruhan bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini, (catat: tidak seorang pun!), yang tidak pernah mengalami kegagalan. Orang sesukses apapun, dulu atau sekarang, bahkan di masa yang akan datang,  pasti pernah mengalami kegagalan sebelum ia meraih kesuksesannya. Coba baca tentang kisah-kisah orang sukses, baik itu pengusaha, rohaniawan, pejabat, nabi atau rosul, tokoh politik, jenderal,  ilmuwan, artis, pengarang, seniman, atau siapapun, mereka pasti (sekali lagi: pasti! )pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Sekali dua kali atau mungkin tak terhitung.
Jadi, sebenarnya, kegagalan itu biasa. Semua orang mengalaminya, kok. Jangan risau bila anda saat ini sedang mengalami kegagalan, apapun bentuknya. Anda tidak sendiri. Banyak yang sedang mengalami kegagalan, bahkan mungkin lebih parah dari yang anda alami. Jarang orang yang mati karena kegagalan yang dialaminya, kecuali telah sampai pada tarap putus asa dan mengambil keputusan yang salah, bunuh diri misalnya.
Bila anda masih menginginkan hidup, percayalah, kegagalan anda akan terselesaikan. Hakekat hidup selalu menyediakan berbagai jalan keluar dari berbagai permasalahan. Tidak ada jalan buntu dalam kehidupan. Berbagai kemungkinan selalu tersedia. Cepat atau lambatnya kegagalan anda selesai dan berubah jadi kesuksesan, semuanya tergantung pada diri anda. Ya, pada diri anda. Seberapa cepat anda berpikir dan bertindak menelusuri berbagai kemungkinan, secepat itu pula kegagalan good bye dari hidup anda. Tapi bila anda tetap diam, tak berpikir dan tak bertindak, selama itu pula kegagalan berkawan pada diri anda.
Banyak persepsi tentang kegagalan dalam benak setiap orang. Tapi penting anda ingat:
·                     Kegagalan jangan menghentikan langkah anda untuk meraih             kesuksesan.
Kegagalan jangan dipandang sebagai halangan apalagi jebakan.  Tetap melangkah untuk mengalahkan kegagalan. Anda dikalahkan oleh kegagalan, atau anda mengalahkan kegagalan. Itu pilihannya.
·                     Kegagalan bukan aib.
Seburuk apapun kegagalan, itu bukan aib. Benar-benar bukan aib, yakinlah! Kegagalan adalah dinamika kehidupan seseorang. Ibarat roda yang berputar, ada kalanya di bawah, ada kalanya di atas. Anggaplah kegagalan itu saat ada pada posisi sedang di bawah, dan yakin roda berputar maka satu saat anda akan ada di atas. Dan itu adalah  saatnya sukses.
·                     Kegagalan itu tantangan.
Bagi orang yang tak ingin terpuruk, kegagalan adalah tantangan yang memacu kemampuhan dirinya untuk mencapai sesuatu yang lebih baik.
·                     Kegagalan bukan nasib buruk apalagi takdir.
Tidak ada nasib buruk apalagi takdir yang buruk sebenarnya, kalau anda pandai melihat kehidupan dari setiap sudut yang berbeda. Selalu tersedia keberuntungan lain yang patut disukuri dan diekploitasi untuk menjadi kebaikan atau keunggulan diri anda. Orang Sunda dikenal paling bisa melihat sisi ini. Misalnya seseorang mengalami kecelakaan dan ia cacat. Ia masih bisa berucap: “untung tidak mati!”, “untung masih hidup”.
·                     Kegagalan memperkaya intelektual.
Kegagalan itu menunjukan apa yang jangan anda lakukan dan apa yang harus dilakukan. Dan hal itu jelas mengandung pelajaran yang berharga untuk intelektual anda.
·                     Kegagalan juga tidak selalu menunjukan kebodohan seseorang. Siapa yang mengalami kegagalan, belum tentu ia bodoh. Yang terjadi mungkin karena anda tidak cepat mengantisipasi masalah yang datang.
·                     Kegagalan itu menguji kemampuhan seseorang.
Dalam setiap orang sebenarnya tersimpan kemampuhan yang luar biasa. Sejauh mana kemampuhan dirinya mengubah kehidupan, salah satunya diuji dengan kegagalan yang dialaminya. Semakin berat kegagalan yang anda dihadapi, semakin besar juga kemampuhan diuji, dan semakin besar pula peluang untuk sukses. Yakinlah, semuanya berbanding lurus.
·                     Kegagalan bukan hukuman dari Tuhan, tapi justru kasih sayang-Nya agar kita menjadi orang yang berpikir.
Tidak ada kegagalan yang bisa selesai dengan diam. Setiap orang harus menyelesaikannya dengan, pertama-tama, adalah dengan berpikir tentang langkah-langkah yang harus dilakukan. Kemudian action, evaluasi, dan sukses.
·                     Kegagalan itu motivator yang dahsyat, bisa memompa semangat seseorang untuk lebih maju atau sukses.
Siapa yang mau selalu bergumul dengan kegagalan? Tidak seorang pun. Termasuk anda, kan? Dan ini akan memicu diri anda untuk keluar dari kegagalan itu. Anda  ingin sukses seperti orang lain. Anda  tidak ingin kalah oleh orang lain. Orang lain bisa, kenapa anda tidak? Itu motivasinya. Janganlah anda masuk barisan pecundang kehidupan.
·                     Kegagalan memicu anda untuk jadi orang ulet.
Tidak ada yang mudah di dunia ini, begitu kata pepatah. Kalau ingin menyelesaikan kegagalan yang kita hadapi, kita mesti ulet. Tidak setengah-setengah. Semua dipikirkan dan dikerjakan dengan totalitas yang terukur.
·                     Kegagalan selalu menimpa orang yang mau bekerja keras dan bukan pada pemalas.
Anda sedang mengalami kegagalan itu satu bukti anda seorang pekerja keras, maka berbanggalah karena dengan menjadi pekerja keras adalah salah satu modal yang paling besar.
·                     Kegagalan itu sukses yang tertunda.
Meski ungkapan klise tapi ada benarnya. Dalam kegagalan itu terdapat pembelajaran yang sangat berharga. Hari ini gagal, dengan belajar dari kegagalan itu, besok-besok anda menjadi pribadi yang sukses.
·                     Kegagalan itu sekolah kehidupan bagi seseorang.
Kegagalan mendidik seseorang menjadi manusia yang lebih kuat, pandai, kreatip dan berani. Kita bisa belajar dari kegagalan kita sendiri atau pun orang lain.
·                     Kegagalan itu wajib dialami bila menginginkan kehidupan yang sukses.
Seperti disebut di awal tulisan ini, tidak seorang pun di dunia ini yang tak pernah mengalami kegagalan. Itu artinya tidak ada kesuksesan tanpa pernah mengalami kegagalan terlebih dahulu. Jadi kegagalan adalah wajib dialami dan diselesaikan bila ingin sukses. Bohong besar bila ada yang mengaku sukses tanpa mengalami kegagalan terlebih dahulu. Justru, orang yang tidak pernah gagal - bila ada orang seperti itu -  adalah orang yang tidak akan pernah mengalami kesuksesan.
·                     Orang yang takut dengan kegagalan adalah orang yang takut dengan kesuksesan.
Jadi, bila ingin sukses, jangan takut dengan kegagalan. Hadapi kegagalan dengan motivasi yang kuat untuk meraih sukses. Menyelesaikan kegagalan tidak berhenti pada tuntasnya kegagalan itu sendiri, tapi juga tiba pada jalan kesuksesan. Misalnya begini, perusahaan anda bangkrut dengan utang yang berjibun. Bila anda menganggap kegagalan telah selesai dengan lunasnya utang-utang itu, jelas anda salah. Yang benar adalah anda terbebas dari beban utang maka saatnya anda membangun kembali usaha anda dengan tidak mengulangi kegagalan yang telah terjadi.
·                     Kegagalan itu romantika kehidupan sebelum meraih sukses. Kehidupan  ibarat jalan yang harus dilewati. Tidak selalu lurus dan mulus. Ada kalanya menanjak, ada kalanya turun, ada kalanya terjal, ada kalanya sempit. Tapi sesungguhnya setelah menanjak pasti ada turun, ada menanjak lagi. Setelah terjal ada datar. Setelah sempit ada luas. Maka setelah kegagalan ada kesuksesan. Itulah romantika kehidupan. Selalu berganti. Tidak tetap pada suatu keadaan.
·                     Kegagalan itu mendorong anda untuk tidak menjadi orang biasa-biasa saja, tapi menjadi orang yang luar biasa.
Jelas, orang yang sukses adalah bukan orang yang biasa. Ia mesti orang yang luar biasa. Banyak orang yang berhasil mengalahkan kegagalannya, tapi ia tetap jadi orang yang biasa-biasa saja, karena tidak mengkonversikan kegagalan sebagai motivasi untuk sukses. Anda jangan termasuk orang yang demikian. Konversikan kegagalan anda menjadi kesuksesan.
·                     Kegagalan itu bisa jadi sebuah peringatan terhadap sebuah kesalahan yang anda lakukan , sekaligus petunjuk ke arah yang lebih baik dalam meraih kesuksesan.
Kesalahan dalam hidup yang menyebabkan kegagalan dalam diri anda, itu wajar. Tapi tentu tidak selalu salah. Anda harus memperbaikinya segera. Anda harus belajar dari kesalahan itu. Dan pasti akan anda temukan, ternyata dalam kegagalan-kegagalan itu ada berbagai peringatan: apa yang tidak boleh anda lakukan lagi, dan petunjuk harus ke arah mana anda melangkah yang benar.
·                     Kegagalan bukan akhir dari sebuah usaha, tapi sebuah awal yang baik untuk menuju kesuksesan.
Kalau kegagalan dianggap sebagai akhir dari sebuah usaha, yakinlah anda akan terpuruk selamanya. Pandanglah kegagalan sebagai sebuah awal yang baru untuk pembelajaran meraih sukses. Pandanglah kegagalan sebagai awal yang baik untuk menyusun langkah yang lebih baik.
·                     Kegagalan sering membuka “pintu” lain yang harus anda masuki secara tidak disangka-sangka.
Peluang lain bisa tiba-tiba terbentang di depan mata tanpa terlebih dahulu anda cari.  Karena kegagalan itu sekolah kehidupan, pembelajaran, maka anda akan menjadi pandai melihat peluang baru yang mungkin hadir.
·                     Kegagalan juga sering menutup “pintu” yang jangan sekali-sekali anda masuki kembali.
Ya, anda pasti tahu kegagalan itu menyakitkan. Tentu anda tak ingin mengulanginya lagi. Maka akan anda lihat “pintu” tertutup untuk kegagalan yang sama. Kecuali anda ceroboh, terjerembab di lubang yang sama.
·                     Kegagalan akan menjadi kenangan manis bila anda berhasil mengalahkannya.
Bayangkan anda telah berhasil menyelesaikan sebuah kegagalan dan anda telah sukses. Kenanglah kegagalan itu, niscaya akan menjadi kenangan manis, ternyata anda mampu melewati kesulitan itu.
·                     Dan lain-lain.

Nah, jadi tidak ada alasan lagi menganggap diri anda adalah orang yang malang bila saat ini sedang menglamai kegagalan. Biasa saja! Yang penting adalah segera persiapkan diri anda untuk mengalahkan kegagalan itu.***